LIVE Streaming RADIO SUARA KASIH

PASANG IKLAN DI SINI

Pasang Spot Iklan Slide:


Pemprov NTT Dorong Buku 'Belajar Tentang Bencana di Tengah Bencana' Jadi Bahan Pembelajaran Bagi Semua Pihak Demi Kedsadaran Tanggap Bencana

KUPANG, Radioswarakasih.id - Kolaborasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT dengan Program SIAP SIAGA Wilayah NTT menghadirkan kegiatan diskusi buku "Belajar tentang Bencana di Tengah Bencana", yang digelar di Hotel Aston Kupang, Selasa (5/5).

Lebih dalam, buku ini merupakan pembelajaran dari Sistem Komando  Penanganan Darurat Bencana (SKPDB) yang terjadi di NTT tepatnya pada kejadian Siklon Tropis Seroja pada 4-5 April 2021 silam.


Pemerintah Provinsi NTT melalui Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Provinsi NTT Yohanes Oktovianus mendorong buku ini untuk menjadi media pembelajaran bencana kedepan.


"Siklon tropis Seroja bukanlah bencana pertama dan bukanlah yang terakhir, secara geografis NTT rentan terhadap bencana-bencana alam yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu. Untuk itu dalam momentum ini menjadi pembelajaran yang baik bagi kita kedepan". Ujar Yohanes Oktovianus dalam sambutannya.


Lebih lanjut Yohanes mengingatkan bahwa salah satu tantangan kerentanan bencana yang sering terjadi adalah kekeringan yang sering terjadi di beberapa wilayah di NTT. Hal ini menjadi perhatian serius dari berbagai untuk bersinergi dalam menghadirkan solusi bagi masyarakat kedepan sehingga ia mendorong adanya dana darurat yang bisa dicairkan disaat kondisi genting.


"Kedepan kita harus menyediakan dana darurat yang bisa digunakan secepat mungkin ketika terjadi bencana" pungkasnya.


Diakhir sambutannya Yohanes kembali menekankan agar melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat NTT bisa sama-sama belajar dari kejadian bencana dimasa lalu untuk berbenah dalam mengantisipasi kejadian serupa dimasa yang akan datang.


"Penulisan buku ini bukanlah akhir dari sebuah proses tapi merupakan awal dari pembelajaran bersama demi menyadarkan kita dalam kesiap siagaan menghadapi berbagai bencana kedepan. Buku ini juga semoga menjadi sarana pembelajaran bagi generasi mendatang," ujar Yohanes Oktovianus mengakhiri sambutannya.


Sementara itu, Manajer Program SIAP SIAGA Wilayah NTT Silvia Fanggidae dalam sambutannya menyampaikan bahwa tujuan penulisan buku ini adalah sebagai bahan pembelajaran bagi semua aspek baik pemerintah maupun masyarakat dalam merespons kejadian bencana Seroja pada 2021 silam.


"Kami mendukung penyusunan buku ini yang sudah dituliskan kurang lebih selama satu tahun, niatnya adalah sebagai bahan belajar maka buku ini berfungsi sebagai perekam momen fakta yang terjadi dengan jujur dengan proses wawancara yang panjang, triangulasi serta cek and ricek," ujar Silvia dalam sambutannya.


Lebih lanjut Silvia juga menyampaikan bahwa buku ini akan didistribusikan ke seluruh daerah sebagai salah satu materi pembelajaran tanggap bencana kedepan, namun buku ini masih beredar dalam edisi terbatas dengan presentasi sekitar 95 persen isinya telah selesai dan sedang dalam tahap penyempurnaan.

Belum ada Komentar untuk "Pemprov NTT Dorong Buku 'Belajar Tentang Bencana di Tengah Bencana' Jadi Bahan Pembelajaran Bagi Semua Pihak Demi Kedsadaran Tanggap Bencana"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel