LIVE Streaming RADIO SUARA KASIH

PASANG IKLAN DI SINI

Pasang Spot Iklan Slide:


Gebrakan Gubernur Melki: ASN NTT Wajib Belanja Produk UMKM Setiap Bulan!

Pose bersama Gubernur Melki Laka Lena, Wakil Gubernur Johny Asadoma bersama para undangan usai kegiatan

Radioswarakasih.id, KUPANG – Sebuah tamparan keras sekaligus optimisme baru disampaikan pasangan pemimpin NTT, Melki Laka Lena dan Johni Asadoma, dalam acara Coffee Morning bersama media di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Jumat, (19/12/2025).

Di tengah perjuangan daerah melawan defisit ekonomi sebesar Rp51 triliun, terungkap fakta mengejutkan bahwa masyarakat NTT menghabiskan dana fantastis hingga Rp1 triliun per tahun hanya untuk konsumsi sirih pinang. 

Melalui narasi "10 Dasar Cita", Melki-Johni mengajak rakyat melakukan revolusi dari meja makan keluarga: memangkas pengeluaran konsumtif untuk memastikan setiap anak NTT mendapatkan gizi terbaik demi memutus rantai stunting secara permanen.

Gubernur Melki menekankan komitmennya untuk membawa produk "Ladang dan Laut ke Pasar". Melalui skema One Village One Product (OVOP) dan One School One Product, pemerintah telah mendorong 190 UMKM dan menghasilkan 44 produk unggulan yang siap bersaing.

"Per hari ini, sudah berdiri 9 NTT Mart di berbagai titik, mulai dari Kupang hingga Rote Ndao. Saya targetkan tutup tahun ini 22 Kabupaten/Kota sudah memiliki NTT Mart sebagai pasarnya UMKM lokal," tegas Melki dalam arahannya.

Tak main-main, Gubernur akan segera mengeluarkan surat edaran yang mewajibkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) NTT untuk berbelanja produk lokal minimal Rp100.000 hingga Rp300.000 per bulan sesuai golongan. Langkah ini diambil untuk memastikan perputaran uang tetap berada di tangan tmasyarakat dan pelaku usaha kecil di NTT.

Sektor pendidikan dan perlindungan sosial turut menjadi pilar utama. Tahun 2026, NTT akan membangun 10 Sekolah Vokasi Berbasis Asrama yang kurikulumnya disesuaikan dengan kekayaan daerah, seperti pengolahan garam di Rote hingga peternakan di Sumba.

"Kami ingin anak-anak NTT sekolah sambil praktik agar mereka bisa mandiri secara finansial sejak dini," tambah Melki.

Di sisi lain, Pemprov NTT telah mengalokasikan anggaran untuk melindungi 100.000 pekerja rentan melalui jaminan kecelakaan dan kematian, termasuk beasiswa pendidikan bagi anak ahli waris hingga jenjang S1.

Sementara untuk kesehatan, 10.000 tenaga Posyandu telah dilatih secara khusus untuk mempercepat penurunan angka stunting, dengan fokus utama di wilayah kritis seperti Timor Tengah Selatan (TTS).

Wakil Gubernur Johni Asadoma memberikan catatan tajam mengenai pola konsumsi rumah tangga. Menurutnya, masalah stunting seringkali berakar pada prioritas pengeluaran yang keliru.

"Kita bicara stunting, tapi pengeluaran untuk rokok, miras, dan sirih pinang dalam satu keluarga bisa mencapai Rp50.000 hingga Rp100.000 per hari. Jika jumlah itu dipangkas 50 persen saja untuk membeli telur atau daging, anak-anak kita akan tumbuh cerdas dan unggul," ujar Johni.

Ia juga mengingatkan pentingnya kesadaran pajak kendaraan yang saat ini baru mencapai 49 persen. Menurutnya, jika kepatuhan naik hingga 80 persen, NTT akan memiliki kemandirian anggaran untuk membangun infrastruktur tanpa perlu berutang.

Sebagai bentuk keterbukaan, pasangan Melki-Johni memperkenalkan "Meja Rakyat", sebuah kanal pengaduan fisik di kantor gubernur maupun virtual untuk merespons keluhan warga secara cepat. Digitalisasi juga diperkuat melalui Portal Sasando (Satu Data NTT) untuk memastikan setiap kebijakan diambil berdasarkan data yang akurat dan transparan.

Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut diakhiri dengan sebuah pesan kuat tentang perubahan karakter bangsa. Gubernur Melki mengakui bahwa mengubah NTT dari daerah konsumtif menjadi produktif adalah tantangan besar, namun bukan hal mustahil jika dilakukan bersama.

"Kita tidak bisa lagi membiarkan uang kita 'terbang' ke luar NTT untuk barang-barang yang sebenarnya bisa kita produksi sendiri. Defisit Rp51 triliun ini adalah panggilan bagi kita semua—pemerintah, media, dan masyarakat—untuk kembali ke akar kekuatan kita sendiri," pungkas Melki.

Lebih lanjut, Melki menambahkan bahwa masa depan NTT tidak ditentukan oleh berapa banyak bantuan yang kita terima dari pusat, melainkan oleh seberapa besar keberanian kita untuk mencintai, membeli, dan membanggakan produk dari tanah kita sendiri.

Penulis : Lola

Belum ada Komentar untuk "Gebrakan Gubernur Melki: ASN NTT Wajib Belanja Produk UMKM Setiap Bulan!"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel