LIVE Streaming RADIO SUARA KASIH

PASANG IKLAN DI SINI

Pasang Spot Iklan Slide:


Wagub NTT Ajak Media Berkolaborasi Bangun Mindset Masyarakat dan Kawal Pembangunan Daerah

Foto bersama antara wakil Gubernur NTT, Irjen Pol (Purn) Drs. Johni Asadoma, M.Hum bersama para jurnalis di Rumah Jabatan Wakil Gubernur NTT

Radioswarakasih, ​KUPANG – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Irjen Pol (Purn) Drs. Johni Asadoma, M.Hum menggelar pertemuan silaturahmi bersama ratusan jurnalis dari berbagai media di Rumah Jabatan Wakil Gubernur NTT, Jumat (2/1). Pertemuan ini menekankan pentingnya peran media sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyebarkan informasi positif serta menjadi penyambung lidah masyarakat dalam mengawal kebijakan pembangunan.

​Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan jurnalis sangat krusial, terutama dalam menjangkau informasi di wilayah-wilayah yang sulit diakses secara birokrasi.

​"Pemerintah memiliki keterbatasan. Seringkali rekan-rekan wartawan lebih cepat menangkap fakta di lapangan, seperti infrastruktur rusak di desa terpencil, sebelum laporan resmi sampai. Data dan fakta yang disampaikan wartawan sangat bermanfaat bagi kami dalam menentukan kebijakan yang tepat sasaran," ujar Wagub.

Menanggapi aspirasi para jurnalis terkait rusaknya jalan provinsi yang mencapai 30%, Wagub mengakui adanya kendala anggaran. Ia memaparkan bahwa pemerintah tengah melakukan terobosan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), salah satunya melalui optimalisasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang saat ini tingkat kepatuhannya baru mencapai 49%.

​"Kami berkomitmen membangun konektivitas antarwilayah, namun kami butuh dukungan media untuk mengkampanyekan kesadaran taat pajak kepada masyarakat agar pembangunan infrastruktur dapat berjalan maksimal," tambahnya.

Dalam diskusi tersebut, pemerintah juga memaparkan perkembangan program hilirisasi produk non-tambang melalui skema One Village One Product (OVOP). Hingga akhir Januari 2026, ditargetkan NTT Mart akan hadir di 22 kabupaten/kota untuk menyerap produk lokal masyarakat dengan standar kualitas yang terjaga.

​Selain masalah ekonomi, Wagub secara khusus meminta media untuk gencar melakukan kampanye "bombastis" terkait isu sosial dan kesehatan, terutama penanganan stunting dan pencegahan HIV/AIDS. Ia menyoroti pola hidup masyarakat yang perlu diubah, seperti manajemen keuangan keluarga yang harus lebih mengutamakan gizi anak daripada pengeluaran untuk rokok, miras, atau sirih pinang.

​"Kita sedang menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045. Media harus menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat tentang bahaya HIV/AIDS dan pentingnya gizi keluarga. Judul berita harus menggugah agar masyarakat tersentak dan sadar akan masa depan anak-anak kita," tegas Wagub.

Perwakilan media, Ima Djengkari, dalam kesempatan tersebut mengusulkan pembentukan forum diskusi rutin setiap tiga bulan guna menyampaikan draf masukan dan temuan lapangan langsung kepada Pemerintah Provinsi. Hal ini disambut baik oleh Wagub sebagai bentuk kerja nyata kolaborasi pembangunan di NTT.

​Acara yang berlangsung penuh keakraban ini diakhiri dengan diskusi mengenai penguatan sektor pertanian, termasuk potensi budidaya pinang varietas unggul sebagai alternatif peningkatan ekonomi rakyat.

Belum ada Komentar untuk " Wagub NTT Ajak Media Berkolaborasi Bangun Mindset Masyarakat dan Kawal Pembangunan Daerah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel