LIVE Streaming RADIO SUARA KASIH

PASANG IKLAN DI SINI

Pasang Spot Iklan Slide:


BP2S-BHN GMIT Gelar Rapat Koordinasi, Bahas Sistem Kontribusi

KUPANG, Radioswarakasih.id – Majelis Sinode Harian Gereja Masehi Injili di Timor (MSH GMIT) menggelar Rapat Koordinasi bersama Badan Pembantu Pelayanan Sinode-Berbadan Hukum Negara (BP2S-BHN) GMIT di Aula Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang, Selasa (11/8/2026). Rapat tersebut berfokus pada pembahasan Draf Sistem Kontribusi, Peta Implementasi Kontribusi BP2S-BHN GMIT, serta rencana kegiatan kebersamaan Sekretariat Bersama (Sekber) BP2S-BHN.

Pertemuan strategis ini dihadiri oleh Ketua Sinode GMIT Pdt. Semuel B. Pandie, Bendahara Sinode GMIT Pnt. Yefta Sanam, Pengurus Yayasan UKAW, Rektor dan para Pembantu Rektor UKAW, serta Direktur BPR Tanaoba Lais Manekat (TLM). Turut hadir perwakilan 14 Yayasan Pendidikan Kristen, Pengurus Yayasan Universitas Tribuana Alor, Pimpinan Yayasan Alfa Omega, dan sejumlah undangan lainnya.

Dalam suara gembalanya, Ketua Sinode GMIT Pdt. Semuel B. Pandie menekankan pentingnya sinergi dalam satu ekosistem pelayanan untuk menyelesaikan berbagai tantangan bersama, khususnya keberlanjutan sekolah-sekolah GMIT. Ia menyoroti bahwa dari total sekolah yang ada, fokus bantuan dan penanganan gotong royong perlu diarahkan kepada 71 sekolah yang membutuhkan perhatian serius.

“Sinergi ini mendorong keterlibatan aktif lembaga yang kuat, seperti BPR TLM melalui penyediaan program beasiswa, sehingga dialog dan ruang duduk bersama menjadi langkah krusial dalam merumuskan solusi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Pdt. Semuel.

Ia menambahkan bahwa pengelolaan setiap talenta harus berpedoman pada tata kelola yang baik (oikonomia) dan dibarengi sistem pemantauan terukur, seperti mekanisme HKUP Penguatan II. Evaluasi berkala ini berguna untuk memastikan tugas utama berjalan optimal sekaligus menjadi alat ukur pencapaian kinerja pelayanan GMIT secara menyeluruh.

Pada kesempatan yang sama, Rektor UKAW Kupang Prof. Dr. Ir. Godlief Frederik Neonufa, MT, menyampaikan tantangan berat yang dihadapi dunia pendidikan tinggi swasta, termasuk UKAW dan jaringan sekolah GMIT. Menurutnya, UKAW saat ini berada dalam situasi krusial akibat penurunan signifikan jumlah penerimaan mahasiswa baru, ditambah adanya wacana pendirian 10 universitas negeri baru di luar regulasi umum yang berpotensi mempersempit ruang gerak Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

Guna menghadapi krisis tersebut, Rektor UKAW berharap lahir kolaborasi solid dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari MSH GMIT, praktisi pendidikan, hingga dukungan konkret dari seluruh klasis dan jemaat.

Melalui komitmen kolektif ini, jaringan pendidikan gereja diharapkan dapat tetap bertahan dan memberikan kontribusi optimal di tengah persaingan. Selain agenda kontribusi dan tata kelola, rapat koordinasi ini turut merumuskan rencana implementasi kegiatan bersama BP2S-BHN untuk membantu perbaikan fisik pada sekolah-sekolah GMIT yang mengalami kerusakan infrastruktur. *

Belum ada Komentar untuk "BP2S-BHN GMIT Gelar Rapat Koordinasi, Bahas Sistem Kontribusi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel